Having a Birthday Blast at Plataran Hutan Kota Jakarta

Leave a Comment



Super duper late post!


Di akhir Agustus 2020 kemarin, akhirnya menginjakkan kaki di usia 31. Rencananya, di hari itu seharusnya berada di Hobbiton, merayakan ulang tahun di kampung halaman bersama para hobbit kesayangan dan minum ale di Green Dragon. Apalah daya, rencana tinggal rencana. Melancong ke New Zealand pun akhirnya batal.


Beruntung, teman-teman masih bisa dibajak sehingga ulang tahun kali ini enggak sendirian. Hitung-hitung, sudah lama juga enggak ketemu. Mumpung PSBB sudah dilonggarin dan bisa kumpul-kumpul lagi, rasanya sudah senang.





Sebenarnya bukan tipe yang harus ada perayaan di ulang tahun. Kalau dulu lebih ke kumpul bareng teman-teman (my family didn’t celebrate birthday by the way), sekarang lebih ke memberi hadiah untuk diri sendiri.


Setelah 364 hari bekerja keras, setidaknya ada satu hari khusus yang diperuntukkan untuk bersenang-senang. Sekadar ucapan terima kasih buat diri sendiri karena sudah bertahan sejauh ini.


Tahun ini kondisinya serba baru. Serba membingungkan juga. But I realize one thing, how can we forgot to appreciate small things?


Salah satu small thing yang selama ini malah taken for granted yaitu spend some quality time with your friend.





Okay, enough with my blabbing.


So, what’s for the birthday?


Saatnya makan enak. Mumpung lagi in the mood enggak mau hitung-hitungan, kenapa enggak going extra miles sekalian? Berhubung momennya ada.


Jadi, makan di mana, nih?





Gue selalu pengin ke Hutan Kota tapi momennya belum ada yang pas. Giliran bisa, eh keburu PSBB. Jadi, sekarang momennya ada, kenapa enggak dimanfaatin?


Jadilah di hari itu kita makan enak di Plataran Tiga Dari. Sebenarnya lebih pengin di Pidari Lounge, sembari mengisi sore dan menunggu sunset, tapi full book di hari itu.


Plataran Tiga Dari jadi pilihan yang pas buat makan rame-rame, karena konsepnya sebagai family restaurant. Makanan khas Indonesia yang disajikan juga pas dengan konsep keluarga.


Plataran Tiga Dari memiliki konsep yang elegan dan terbuka, sehingga terkesan lowong. Cocok, sih, untuk meeting atau gathering. Di hari kita di sana, ada wedding ceremony bahkan. Dengan sisi dinding dari kaca dan bisa menikmati view di luar, jadinya makin merasa lapang.


Oh ya, untuk waktu makan dibatasi hanya dua jam. Sisanya, bisa jalan-jalan di Hutan Kota buat nurunin isi perut.


Makanan yang disajikan khas Indonesia, dengan rasa yang ramah di lidah, seakan bikin kita reminiscing memories lewat masakan rumahan. Lewat cerita dan tawa, rasanya kayak lagi ketemu di rumah aja sambil makan masakan mama.





Salah satu menu andalannya adalah Ayam Hutan Kota. Lihat taburan bubuk cabai itu? Enak banget, gila! No wonder kalau kita jadi norak alias melahapnya sampai tetes terakhir. Malah, saking enggak tahu dirinya, ditawarin bumbu tambahan dan langsung mengangguk, he-he.





Juga ada Bebek Panggang Aroma. Pribadi, bebek ini kadang hit kadang miss. Di sini, bebeknya hit. Enggak keras, empuk, dan makannya enggak capek.


Next, Gurame Telor Asin. Duh, kurang saung aja, nih, buat menikmati gurame, he-he.





Tahu Telor Asin juga enak, enggak begitu garing tapi crunchy.


Juga ada Tumis Daun Dewa. Sejujurnya aku tidak mengerti apa itu Daun Dewa, tapi berhubung enggak pahit, bisa diterima di lidah.




Not a birthday without a cake. Actually this is a surprise. Tiba-tiba dibawain kue kecil dengan lilin. Sebagai yang enggak begitu suka manis, kuenya cukup bisa ditolerir.





Next, mari menurunkan isi perut dengan jalan-jalan.


Setiap sudut Hutan Kota itu memang Instagramable banget. Ketika berada di sini dan melihat deretan gedung-gedung di Sudirman, rasanya kayak enggak di Jakarta.






Sore itu cukup ramai, terutama oleh keluarga, dengan banyaknya anak-anak yang bermain. Menyenangkan bisa menghabiskan waktu meski hanya beberapa jam saja, di ruang terbuka setelah berbulan-bulan terkurung di dalam rumah.






Waktu mau pulang, jadi ingat celetukan Rini. “Begini aja gue senang, enggak usah pergi jauh-jauh. Di sini aja udah bikin happy.”





Selama ini kita berpikir grande sampai lupa kalau hal dekat dan sederhana juga bisa bikin bahagia. Dan, pandemi mengajarkan itu.

 




SHARE:
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 Comments:

Post a Comment

BLOG TEMPLATE CREATED BY pipdig