(Spoiler alert)
Speaking of historical drama, actually
that’s not my cup of tea. Historical drama yang gue tonton bisa dihitung pakai jari.
Dulu banget, gue suka Jewel in the Palace.
Melipir sedikit ke China, Putri Huan Zhu
will always be my favorite, begitu juga dengan Giok di Tengah Salju. Namun,
udah lama banget enggak nonton historical
drama.
Sampai
beberapa bulan lalu, terjadi kehebohan antara Scarlet Heart: Ryeo (Moon Lover) vs Moonlight Drawn by the Cloud.
Di timeline Twitter gue heboh banget
tuh twitwar antara dua drama yang
entah kenapa tayang barengan dengan judul sama-sama Moon. Di Korea sendiri, Moonlight
jauh lebih sukses, terlepas dari segala media
play yang dilakukan tim Moon Lover.
Tapi internasional, Moon Lover jadi
juaranya.
Terlepas
dari itu semua, gue masih belum ada niat buat nonton simply because of historical drama. Little that I know, I gave up
dan mutusin buat nonton Moon Lover atau Moonlight. Cap cip cup, akhirnya
terpilihlah Scarlet Heart.
Dari segi
cerita, sebenarnya intinya masih berkutat di harta, tahta, wanita. Intrik
politik kerajaan dan cinta. Cerita keluarga kerajaan yang sebenarnya memang
menarik buat diikuti karena full of drama.
Gue cukup bersimpati dengan keluhan netizen Korea karena dari segi departemen
akting, drama ini minus banget. Lee Jun
Ki hard carry this drama, dibantulah sama Kang Ha Neul dan Hong Jong Hyun.
Sisanya? IU dengan mata melototnya dan ekspresinya yang suka telat, Baekhyun
yang so so, Nam Joo Hyuk yang masih
kaku plus Seohyun juga, jadi ngelihat
duo kaku di sini, dan Ji Soo. Entahlah apa salahnya di Ji Soo. Ekspresi dia
yang over atau karakter dia yang
dibikin nganu, jadi menurut gue ini bukan penampilan terbaik Ji Soo.
Namun, di
balik semuanya, gue cukup enjoy
nonton Scarlet Heart. Simply because of
Wang So. Lee Jun Ki… ya udahlah ya. Setelah sebelumnya dia hard carry (God, dua kali pakai kata
ini. GOT7 effect haha) di Scholar Who Walks the Night, sekarang
pun dia masih belum beruntung dapat lawan main oke. Akting Junki yang bagus dan
karakternya yang ngenes bikin gue jatuh cinta sama Wang So. Perlu diketahui,
gue pengidap second lead syndrome,
karakter cowok yang oppa-able
macam-macam Wang Wook biasanya sukses bikin baper. Tapi, di sini So jauh lebih
menggoda.
He comes from this
to this
and become like this
Penampilan So
favorit gue ketika dia ponian dan pakai topeng. Seksi-seksi misterius. Meski
bekas tindikannya Junki rada ganggu sebenarnya (oke, ini guenya aja sih yang
entah kenapa pas nonton drama ini kelewat detail sampai jumlah tindikan Junki
aja hafal). Dari awal sampai akhir, So sukses bikin gue terharu biru karena
karakternya yang super ngenes. Mungkin, So bisa dinobatkan jadi the most ngenes character at Korean Drama
2016 (imbang dengan Lee Jae Han di Signal).
Saking
ngenesnya nasib So, gue sampai mendata apa aja yang bikin kita (gue) pengin
ngepuk-puk pangeran ini. Berikut 10 Alasan 4th Prince Wang So Minta
Dipeluk Banget Karena Nasibnya yang Ngenes di Sepanjang Drama Scarlet Heart:
Ryeo.
Dilukain Ibu Sendiri
I hate her. Ibu egois yang manfaatin anaknya
sendiri. Demi mengancam suaminya biar enggak dimadu, dia menjadikan So sebagai sandra
dengan ancaman mau ngebunuh So. Enggak jadi mati, sih, tapi pisaunya melukai
wajahnya So. Kalau bukan karena dia anak raja, udah diusir karena enggak orang
jelek enggak diterima di sana. Hmm… kalau sejarahnya benar, sama aja kayak
sekarang, netizen mandang fisik. Sehingga, seumur hidupnya So harus bersembunyi
di balik topeng. I hope he knows that
topengnya itu justru bikin dia kelihatan makin cakep. Efek matanya Junki juga,
sih, sipit-sipit tajam melukai hati.
(Mungkin
lukanya Wang So ini yang jadi cikal bakal penemuan BB Cream *abaikan*)
Dibuang dan Jadi Tahanan
Udah
dilukain trus dibuang? Juara emang ini emak-emak satu, minta dipites. Niatnya
So dikirim buat menghibur keluarga di Shinja yang anaknya meninggal. Tapi
kenyataannya dia malah disiksa di sana, kayak tahanan. Adegan So kecil
nangis-nangis manggil ibunya, trus si ibu cuma melengos, dan itu kebayang
sampai So dewasa… jadi pengin peluk Junki, eh So.
Ngadepin Soo yang Labil
Hae Soo,
naksir siapa trus pindah jatuh cinta sama siapa trus akhirnya nikah sama siapa.
Juara!!! Tapi asli, butuh kesabaran tingkat tinggi buat ngadepin Soo yang
labil. Dan suka ikut campur. Gue sebenarnya agak kurang sreg dengan karakternya
Soo. Logikanya, sih, ketika lo terdampar di masa lalu, lo bakal mencari cara
buat balik ke masa depan. Eh tapi, kalau di masa lalu ada So sih, gue sedikit
mengerti dengan Soo (ditimpuk penonton Moon Lover). Tapi, karena ini juga, kita
bisa tahu kalau di balik imejnya yang berani dan ditakutin, So ternyata cuma
manusia biasa. Tetap takluk oleh cinta. Dan karena sikap Soo juga, kita jadi
tahu kalau So tipe cowok yang patut buat diperjuangkan. Sekali lagi, mari kita
peluk Junki, eh So.
Kakak Nyebelin Kayak Wang Yo
Wang Yo,
anak yang sempurna di mata sang mama. Calon paling pas buat jadi raja. Di
kehidupan modern, ada di bawah bayang-bayang kakak kayak Yo emang nyebelin.
Apalagi di masa ini, ketika darah lebih kental dari air itu bullshit. Enggak perlu lo saudaraan,
kalau harus bunuh, ya bunuh. Kalau harus dibuang, ya tikam aja. Dan So, kasian
amat dia punya kakak kayak Yo. Ditambah emaknya, makin apes aja deh nasib So.
(Btw Yo,
ajarin dong buat bikin alis secetar itu)
Adik Labil Macam Wang Jung
Gue enggak
bisa terima karakternya Wang Jung. Okelah, dia masih kecil. Mungkin emosinya
masih belum stabil, meledak-ledak. Jung terlalu melihat hitam dan putih.
Sepanjang nonton, harapan gue cuma satu. “Jung, please jangan lihat di permukaan. Please lihat So lebih dalam, dan arahkan kemarahan lo ke sasaran
yang seharusnya.” Tapi, Jung enggak bisa dengerin gue. Dan episode terakhir,
gue benci Jung karena dia bikin kacau So dan Soo. (I know, that’s my personal opinion). Meski gue enggak 100% suka
Soo, tapi Soo 100% bikin So bahagia, trus aku bisa apa selain relain SoSoo?
Tarik Menarik Antar Saudara
Mungkin kedengarannya sadis ketika seorang diangkat jadi raja, dia harus membunuh semua saudara atau keponakan cowok karena mereka adalah ancaman buat posisinya. Apalagi di masa drama ini dibuat, ketika Goryeo masih belum stabil. Tapi, ini masuk akal. Contohnya terlihat di drama ini. Tarik menarik antar saudara, masing-masing punya agenda sendiri, saling menikam demi memuluskan agenda, dan melakukan apa saja. Adegan ketika So jadi raja dan dia cuma bisa makan hati ngelihat tingkah orang di sekitarnya, itu bikin So terlihat vulnerable but at the same time, dia juga terlihat kuat.
Ditinggalin Orang Kepercayaan
Satu per Satu
Adegan
ketika orang kepercayaan So satu per satu ninggalin dia, it breaks my heart. So makin kelihatan rapuh. Pertama jendral Park
Soo Kyung. Trus Baek Ah. Trus Hae Soo. Terakhir Ji Mong. Dan pada akhirnya dia
beneran sendirian di tengah jeratan kiri kanan orang-orang yang pengin
menjatuhkan dia. Sekali lagi, mari kita peluk Junki, eh So.
Nikahin Yeon Hwa
Gue emang
enggak rela So nikah sama Soo, tapi lebih enggak rela lagi So nikah sama Yeon
Hwa. Namun, namanya juga pernikahan politik, jadi untuk memuluskan jalannya
pemerintahan, dia terpaksa ngorbanin hati. Kayak belum cukup aja pengorbanannya
So, hati pun harus dikorbanin. Tapi kalau dipikir-pikir, So nikah sama siapa
aja juga pasti ngenes nasibnya. Sama anaknya Wang Mo? Kasian, karena dia cuma
pengin nyelametin anak kecil itu. Sama Soo? In
the end Soo will leave him. Yeon Hwa? Nikah sama cewek ular, dih. Udahlah
So ngebujang aja sampai umur 50. Eh tapi itu juga ngenes, sih, karena sayang
aja bibit bagus kayak So enggak dilanjutin, he-he.
Kepisah Sama Anak Sendiri
Salah satu
yang bikin kesel dari nonton drama Korea adalah episode terakhir. Karena last episode suka bikin ilfil. Cukup
jarang ada yang bisa bertahan sampai episode akhir. Harus diakui, Scarlet Heart
lumayan bisa mempertahankan sampai akhir. Greget lihat So naik kuda cuma buat
dapetin abu Soo. Greget lihat So akhirnya menyadari dia punya anak. Lagi-lagi,
beberapa menit menjelang akhir, So dibikin ngenes lagi. Untuk terakhir kalinya,
mari kita peluk Junki, eh Wang So.
Just for you know, ketika gue baca artikel soal
kemungkinan ending Scarlet Heart.
Junki, dalam interviewnya, ngebocorin kalau mereka shoot banyak adegan in modern
day. IU ngespoilerin di Instagram adegan dia nangis dan ada cowok ngasih
sapu tangan, yang dipercaya itu adalah modern
day Wang So. Mungkin PD-nim ngambil ending
ini karena kemungkinan bakal ada season
2, sama kayak versi China-nya. Dear PD-nim, at
least give us a spoiler about modern day Wang So because I want to see So in
suit (meski menurut gue, Junki cakepan jadi orang dulu dibanding orang
biasa. Kurang stand out aja cakepnya
pas jadi orang biasa).
1-20 Nasibnya Ngenes
Jadi, inti
dari postingan ini adalah betapa mengenaskannya nasib Junki, eh So. Untuk
terakhir kalinya (ini beneran paling akhir), mari kita peluk Junki, eh Wang So.
Bonus: #JusticeForLeeJunKi
I don’t know what happen to him, tapi bisa dibilang Junki salah
satu aktor yang sering kurang beruntung dalam hal lawan main, terutama sejak
comeback-nya dia setelah selesai wamil. Aku kangen lihat dia main drama bagus
dengan lawan main kece, kayak di Iljimae
atau Arang and the Magistrate. Akting
doi keren, jadi kalau dilawan sama yang biasa, kasian lawan mainnya, makin
keteteran deh, tuh. And IU, i like her as
a singer, but in acting? She’s not great. Apalagi untuk historical drama, dia terlalu modern.
Okelah, ini ceritanya dia dari masa depan, tapi tetap aja rasanya enggak sreg.
Di drama Junki sebelum ini, Scholar Who
Walks The Night, Junki main bareng Lee Yubi yang bikin emosi juga
aktingnya. Please Junki, choose wisely on
your next project. Sebelumnya, mari kita tunggu Hollywood debut Junki di
Resident Evil: The Final Chapter tahun depan. Semoga dagu lancipmu dan muka
bengismu semakin bersinar, ya, Bang!
0 Comments:
Post a Comment