(30 Stories 30 Days) 11: How Harry Potter Affected Your Life?



PS: Tema ke-11 dalam rangka 30 stories 30 days.
Tema oleh: Novia Aninda

Beside Frodo Baggins and other creatures in Middle Earth, Harry Potter and friends are my friend while I was growing up. Being a kid from small city who always wondering of her own adventure, I finally had my adventure through books. Harry Potter mengajarkan banyak hal, bukan hanya petualangan semu dalam imajinasi saja. Harry Potter mengajarkan untuk percaya bahwa semua orang punya kekuatan dan hak yang sama untuk membuat perubahan. Intinya hanya satu: determination. Juga, percaya bahwa dunia ini luas. As big as our imagination. Setiap kali merasa gamang, saya selalu kembali ke Middle Earth dan Hogwarts. Membaca satu chapter secara acak. Lalu saya akan ingat masa pertama kenal buku ini. A friendless kid, an outcast yang punya pemikiran sendiri dan enggak diterima orang lain. Just like Harry or Frodo. Lewat mereka, saya menemukan keberanian dan perlahan memupuk kepercayaan diri untuk bisa melakukan apa yang saya impikan. I will achieve it someday. That's why, saat gamang saya akan kembali dan mencoba menemukan kembali keberanian itu, seperti yang saya temukan dulu. Because we never know what or who will change our world. . . . . . . . #harrypotter #20yearsofharrypotter #20yearsofharrypottermagic #harrypotter20 #harrypotterandphilosopherstone #hogwarts #jkrowling #book #harrypotterbook #novel #instabook #bookstagram #bookstagramfeatures #bookish #bookshelf
A post shared by ifnur hiKmah (@ifnurhikmah) on

Selain The Lord of the Rings, literatur lain yang turut memengaruhi hidup saya adalah Harry Potter. Hanya novelnya, karena saya tidak pernah ‘bersengaja aku’ menontonnya—hanya sesekali kalau lagi diputar di TV dan kebetulan tidak ada tayangan lain. Yeah, I can’t watch it because you-know-who, not You-Know-Who as in Lord Voldemort, ya, he-he. (Hint: Nagini).
So, back to Harry Potter. If I have to choose one thing that changed my life, it was Harry Potter.
Saya sempat menyinggung di sini soal Harry Potter. Ketika Harry Potter booming, saya jadi penasaran dan pengin banget segera membacanya. Sayang, keadaannya tidak memungkinkan, mengingat hanya ada satu toko buku dan itu pun jauh, memakan waktu dua jam perjalanan. Ditambah kakak yang salah beli sehingga semakin menjauhkan saya dari Harry Potter. Akhirnya, saya ikut antre membaca novel milik teman.
Dulu dan sekarang, saya tidak suka antre di belakang orang lain dalam hal membaca buku. Apalagi buku yang diomongin banyak orang. Saya merasa gatal untuk ikut berdiskusi tapi apa nyana, saya tidak tahu apa-apa.
Harry Potter membuat saya rajin menabung. Ya, saya dulu (sekarang juga, sih) susah banget menabung—I’m not proud about it, actually—dan karena keinginan kuat untuk membeli Harry Potter begitu kuat, saya berhasil menabung.
Itu hal sederhana pertama yang berhasil diubah oleh Harry Potter

How Harry Potter Affected Your Life?
Harry Potter adalah salah satunya.
Coba, deh, Googling ‘Harry Potter effect’ dan akan banyak banget bermunculan artikel yang membahas hal ini. Baik dari media besar atau blog pribadi. Karena dampaknya memang sangat besar.
Dua hal yang diubah oleh Harry Potter dan baru saya rasakan bertahun kemudian adalah determination will never betray us and every people have their own strength to change his/her world. Kalau The Lord of the Rings mengajarkan kita untuk tidak pernah menganggap remeh makhluk paling kecil sekalipun, maka Harry Potter mengajarkan kita untuk tidak memandang sebelah mata seseorang yang dianggap lemah.

Determination Will Never Betray Us
Courage and determination. Dua hal ini berasa banget dalam hidup saya setelah saya membaca Harry Potter. Semua tokoh yang dihadirkan menunjukkan kegigihan—beberapa berada di jalan yang salah. Dan membuat saya makin percaya kalau setiap usaha keras pasti akan memberikan hasil yang terbaik. Mungkin bukan sekarang, tapi suatu hari nanti. Jalannya mungkin tidak mudah, tapi kita pasti akan sampai di satu titik di mana saat itu kita bisa berkata everything’s gonna be okay.
Jika ada hal yang ingin saya tiru dari Gryffindor, itu adalah keberanian mereka. Setiap kali merasa gamang, saya sering membaca ulang sejarah Gryffindor, sekadar untuk membangkitkan semangat dan keberanian dalam diri saya.

We Have Our Own Strength
Mungkin, orang biasa seperti kita tidak akan terlibat dalam petualangan hidup dan mati seperti Harry. Namun saya percaya kalau setiap orang punya kekuatan yang setidaknya bisa mengubah hidup kita sendiri.
Dulu, saya tidak percaya hal ini. Saya menganggap diri saya hanyalah orang biasa yang tidak punya apa-apa. Saya tidak punya cerita menarik untuk diceritakan, saya tidak punya kontribusi apa-apa di lingkungan sosial. Namun, ketika saya mencoba untuk cut off semua hal negatif yang selama ini mengelilingi hidup saya, perlahan saya dihadapkan pada fakta bahwa there’s something special about me.
Ketika orang yang tidak saya kenal mengirim message di Instagram berkata kalau tulisan saya di website cewekbanget.id membuat mereka bahagia, atau seorang fans salah satu artis dulu berterima kasih berkali-kali karena saya sudah memilih dia menjadi pemenang untuk acara hangout bareng seleb idolanya, saya sadar kalau tindakan kecil itu bisa mengubah hidup seseorang.
We have to realize that maybe we change other’s life, in some way, and maybe we don’t realize it.
Dan, Harry Potter mengajarkan itu kepada saya.
Merayakan 20 tahun Harry Potter and the Philosopher’s Stone, saya pernah mengungkapkan apa saja dampak Harry Potter dalam hidup saya.
Dan kamu, apa yang pernah mengubah hidupmu?
XOXO
Iif

Nana: “Because Harry Potter played a big part in your childhood-teenage life. Sedikit banyak pasti ngaruh. We all do. Cara pikir, imajinasi, bahkan kita dulu sempat nulis novel bareng, kan? Sama Lina juga.”
Have you have someone who share all of her/his live with yours? For me, it’s Nana. Nana is and will always be a part of my life. We were together since first day at elementary school. We spent our childhood together, our teenage life together, and now, when we’re entering adulthood. We may not be side by side all the time but I know that we’re still in each other heart. Am I right, Na?
Reactions

0 Comments:

Post a Comment